#
Error
  • Error loading feed data.
ISI SOLO | Institut Seni Indonesia Surakarta
TOT Pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa ISI Surakarta PDF Print E-mail
Written by redaktur   
Friday, 31 October 2014 09:04

Institut Seni Indonesia Surakarta pada hari Jum’at, 31 Oktober 2014 menyelenggarakan seminar tentang Training Of Trainer (TOT) Pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa ISI Surakarta bertempat di Ruang Seminar ISI Surakarta pukul 08.30-16.00 wib. TOT Pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa diperlukan untuk membekali dosen agar memahami berbagai ketentuan dalam PKM dan PIMNAS, Dapat mengarahkan mahasiswa sesuai dengan level kreativitas yang ideal bagi mahasiswa, dan dapat memberi advokasi dan memfasilitasi tumbuhnya ide-ide orisinal mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut mendatangkan dua pembicara, yang pertama adalah Dr. Senawi, M.P (Direktur Kemahasiswaan UGM) berbicara tentang Konsep pola pengembangan kemahasiswaan dan Penanaman sikap ilmiah, stimulasi daya kreasi dan inovasi. Sedangkan pembicara kedua yakni Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D (UNDIP) tentang PKM dan PIMNAS. PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) adalah wadah bagi mahasiswa untuk melaksanakan latihan dalam pengembangan diri dalam hal academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan formal writing skill. Sedangkan PIMNAS adalah ujung muara pembinaan program kreativitas mahasiswa dalam hal academic knowledge, skill of thinking , management skill, dan formal writing skill di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, pengembangan karsa dan nalar mahasiswa untuk menghasilkan sistem, desain, model/barang, atau prototipr dan sejenisnya, serta keterampilan dalam menulis ide-ide kreatif sebagai respon intelektual terhadap persoalan-persoalan aktual di masyarakat.

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk Mengenalkan kepada dosen berbagai model penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan kewirausahaan, penciptaan sistem, desain, model/barang, atau prototipe dari suatu kegiata karya cipta, dan pengembangan gagasan kreatif untuk ditulis menjadi artikel yang elligible bagi PKM dan PIMNAS, Mengenalkan kepada dosen berbagai scheme pada Program Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Dikti agar dapat melakukan pendampingan dan pembimbingan dalam peningkatan partisipasi dan prestasi mahasiswa dalam PKM dan PIMNAS, dan Mempercepat pencapaian visi ISI Surakarta untuk menjadi pusat pengembangan seni dan ilmu-ilmu seni demi ketahanan budaya dengan tetap melestarikan nilai-nilai kearifan budaya Nusantara.

Bentuk kegiatan dalam acara ini berupa pelatihan untuk dosen sebagai pendamping dan pembimbing mahasiswa dalam kegiatan PKM dan PIMNAS. Peserta sebanyak 30 dosen dan 14 pengelola program studi. (news by Anggun 31/10/14)


Pembicara pertama oleh Dr. Senawi, M.P (Direktur Kemahasiswaan UGM).

(Foto: Anggun)

Pembicara kedua oleh Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D (UNDP).

(Foto: Anggun)

 

Last Updated on Friday, 31 October 2014 09:11
 
Dosen Berprestasi Tahun 2014 PDF Print E-mail
Written by redaktur   
Thursday, 30 October 2014 08:44

Basuki Teguh Yuwono, S.Sn.,M.Sn Juara III Dosen Berprestasi

 

Basuki Teguh Yuwono, S.Sn.,M.Sn adalah seorang Dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tepatnya dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain prodi Keris dan Senjata Tradisional. Dosen tersebut menjadi nominasi Dosen Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2014 oleh Dikti pada tanggal 26-29 Oktober 2014 di Jakarta.  Beliau menjadi finalis berprestasi kategori Dosen yang mempresentasikan tentang penciptaaan seni dan karya berupa keris yang diberi nama Nogo Minulya. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut beliau mendapatkan prestasi yang sangat membanggakan ISI Surakarta karena penciptaan karya beliau memiliki dampak yang cukup kuat dalam konteks dunia perkerisan secara umum, penilaian dari segi makalah, presentasi, dan dampak indikator masyarakat. Melalui serangkaian kegiatan tersebut, sehingga mendapatkan juara yaitu Juara III Dosen Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2014.

Basuki Teguh Yuwono, S.Sn.,M.Sn mengatakan, “saya kaget, karena dari awal saya tidak ada target mau menang atau juara berapa, persaingan juga pasti ada. Dan penelitian saya dianggap memiliki tingkat original yang tinggi, merupakan penciptaan karya yang baru dan mempengaruhi dampak pada kebudayaan khusunya seni yang lebih dominan. Tidak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung dan mendoakan saya.” (news by Anggun 30/10/14)

Last Updated on Friday, 31 October 2014 08:22
 
Pemenang Lomba Cipta Lambang, Mars, Hymne ISBI Sulawesi Selatan PDF Print E-mail
Written by redaktur   
Tuesday, 28 October 2014 04:06

Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengadakan penyerahan hadiah bagi Pemenang Lomba Cipta Lambang, Mars, dan Hymne Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI)  Sulawesi Selatan. ISBI adalah embrio dari ISI Surakarta yang didirikan di Makasar, Sulawesi Selatan. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Oktober 2014 di Gedung Penunjang ISI Surakarta pukul 09.00 wib. Dihadiri oleh Rektor ISI Surakarta beserta jajarannya, Para Juri Lomba, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan dan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Kepala Biro, Ketua LPPMPP dan Tamu Undangan.

Lomba Cipta Lambang, Mars, dan Hymne ISBI Sulawesi Selatan ini diselenggarakan untuk menjaring partisipasi masyarakat luas, sehingga ISBI Sulawesi Selatan lebih dikenal dan menjadi bagian dari masyarakat. Lomba ini diawali dengan promosi dan sosialisasi sejak awal Juni 2014. Penerimaan karya dimulai sejak tanggal 9 Juni – 9 Agustus 2014. Jumlah karya masuk sebanyak 59, yang terdiri dari 36 lambang, 12 mars, dan 11 hymne. Pleno penjurian dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2014 di Makasar dan Dewan Juri yang menetapkan 3 karya terbaik dari masing-masing bidang lomba sebagai pemenang yakni Aris Budi Marwanto pemenang lomba Lambang, Dimawan Krisnowo Adji pemenang Mars, dan Fatta Tuturilio pemenang lomba Hymne.

Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn selaku Ketua Panitia mengatakan, “mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada Dewan Juri yang telah menyeleksi, memutuskan pemenang dan memberi catatan rekomendasi pada karya-karya tersebut. Tidak lupa ucapan terima kasih atas semangat semua peserta lomba yang telah mengirimkan karya, semoga pada kesempatan lain dapat meraih hasil yang lebih baik”. (news by  Anggun 28 Oktober 2014)


Sambutan dari Rektor ISI Surakarta (Foto: Anggun)

Penyerahan Hadiah Lomba Cipta Lambang, Mars, dan Hymne Institut Seni dan Budaya Indonesia

(ISBI)  Sulawesi Selatan di Gedung Penunjang ISI Surakarta (Foto: Anggun)

Last Updated on Tuesday, 28 October 2014 04:21
 
‘Without Stars’ dan ‘There We Have Been’ oleh James Cousin Company South-East Asia Tour 2014 PDF Print E-mail
Written by redaktur   
Monday, 27 October 2014 08:03

British Council dengan banggam empersembahkan James Cousins Company, sebuah kelompok tari kontemporer asal Inggris untuk para penikmat tari di Indonesia. Mereka akan membawakan karya-karya yang berjudul ‘Without Stars’ dan ‘There We Have Been’, terinspirasi dari novel Haruki Murakami, yaitu Norwegian Wood.


Grup tari kontemporer asal Inggris ini akan mempertunjukkan karya-karyanya kepada warga Solo dan Surabaya pada 29 Oktober – 2 November 2014. Tidak hanya itu, kelompok ini juga akan berbagi keahlian mereka kepada para penari di tiapkota.

Bekerjasama dengan ISI Surakarta dan Marlupi Dance Academy Surabaya, James Cousins Company akan mengadakan workshop tari bagi para mahasiswa dan murid.

Kelompok ini akan datang ke Indonesia dalam rangkaian South-East Asia Tour 2014, sebagai negara keempat yang dikunjungi setelah Filipina, Malaysia, dan Vietnam.

TENTANG JAMES COUSINS DAN KARYANYA

“Intricate, beautifully danced…. Cousins is a rising star.”
The Independent

Dalam kurun waktu yang terbilang singkat, James Cousins, seorang koreografer lulusan London Contemporary Dance School, telah memiliki banyak pencapaian lebih dari yang dapat dicapai oleh koreografer-koreografer lain dalam hidupnya. Cousins mulai berpindah secara perlahan dari sekedar menampilkan karya menjadi pencipta karya yang kemudian mendatangkan banyak permintaan dari kelompok-kelompok tari Inggris maupun luar Inggris. Pada 2011, setelah meresmikan kelompok tarinya di tahun yang sama, diamenjadi pemenang pertama Matthew Bourne’s New Adventures Choreographer Award. Cousins sudah mendapatkan kehormatan untuk mempertunjukkan kebolehannya oleh Scottish Ballet, the National Ballet of Chile dan the National Academy of Fine Arts, Singapore; juga kesempatan untuk mempresentasikan karyanya di The Houses of Parliament dan Buckingham Palace. Tidak berhenti sampai di sana, Cousins juga memperkaya pengalamannya di dunia tari dengan keterlibatannya di  Bourne’s Swan Lake.

Terinspirasi dari Norwegian Wood karya Haruki Murakami yang kelam namun sangat menyentuh, Cousins menciptakan karya Without Stars and There We Have Been.Dengan mengambil tema-tema cinta, kehilangan, dan pertemanan dari kisah Jepang serta menambahkan sentuhan unik khas Cousins, ia telah menciptakan dua buah karya yang intens dan memiliki kesan mendalam.

INFO PERTUNJUKAN DAN REGISTRASI
‘Without Stars’ dan ‘There We Have Been’ oleh James Cousin Company
South-East Asia Tour 2014

Last Updated on Tuesday, 28 October 2014 04:23
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 42